Selasa, 14 September 2010

Ganja Tak Lebih Bahaya dari Rokok & Alkohol?


Seorang profesor Inggris mengusulkan agar ganja untuk kesenangan dijual bebas.

Elin Yunita Kristanti, Denny Armandhanu
Hari Pembebasan Ganja di Belanda (VIVAnews/Arfi Bambani Amri)

VIVAnews - Seorang profesor terkemuka di Inggris menyarankan agar ganja (cannabis) untuk konsumsi kesenangan -- dapat dijual di toko-toko di negara itu.

Roger Pertwee, seorang ahli neuropharmacology dari Universitas Aberdeen berpendapat, ganja tidak lebih berbahaya daripada alkohol dan rokok.

Penjualan ganja tersebut bukan tanpa syarat. Para calon pembeli, ujarnya, haruslah berusia di atas 21 tahun dan harus mengajukan diri untuk memperoleh izin pembelian produk ganja. Mereka juga harus mengantongi surat dokter untuk memperoleh izin ini.

“Harus berusia minimal 21 tahun untuk mendapatkan izin, saya akan mengatakannya: bahwa Anda harus memiliki izin ini. Kamu punya izin mengemudi, izin memiliki anjing. Mengapa tidak untuk izin membeli ganja? Kamu akan dapat membelinya jika terbukti secara medis itu aman untukmu,” ujar Pertwee pada acara Festival Ilmu Pengetahuan Inggris di Birmingham, seperti dimuat Guardian, Selasa 14 September 2010.

Pertwee mengusulkan agar penjualan ini nantinya diatur oleh sebuah badan yang memastikan kualitas dan keamanan produk ganja sebelum dipasarkan.

Pertwee juga mengatakan bahwa peninjauan kembali setiap undang-undang mengenai ganja perlu dilakukan agar menghindari benda ini berada di tangan yang salah.

“Saat ini, ganja berada di tangan kriminal, dan itu gila. Kita diperbolehkan untuk mengkonsumsi alkohol, kita diperbolehkan untuk menghisap rokok. Ganja, jika ditangani dengan benar, mungkin tidak lebih berbahaya daripada dua benda tersebut,” ujar Profesor yang termasuk dalam tim yang menemukan zat THC pada ganja pada tahun 1970 ini.

Pemerintah Inggris memasukkan ganja kedalam obat-obatan terlarang kategori B tahun lalu.

Kategori ini juga meliputi pelarangan penggunaan amfetamin seperti Speed dan Barbiturates. Pelanggaran kategori ini terancam hukuman lima tahun penjara termasuk denda. Penjualan barang-barang di kategori ini terancam 14 tahun penjara.

Menurut data Departemen Dalam Negeri Inggris, terdapat 158.000 penyalahgunaan ganja dalam setahun di Inggris.

Menurut Pertwee, pelarangan ini malah justru menyebabkan seseorang menanam sendiri ganja atau membelinya dari bandar ilegal. “Mereka tidak mengerti komposisi apa yang terkandung di dalamnya, apa yang ditambahkan, dan mereka berisiko tergiur untuk mencoba obat-obatan yang lainnya,” ujarnya.

Usaha Pertwee ini didukung oleh profesor terkemuka Inggris lainnya yaitu David Nutt, seorang ahli neuropsychopharmacology di Universitas Imperial London. Dia menyatakan mendukung usaha Pertwee untuk melegalkan ganja dan menggelar debat terbuka mengenai hal ini.

“Karena ganja tidak lebih berbahaya daripada alkohol, kriminalisasi terhadap mereka yang lebih memilih ganja sangat tidak logis dan tidak adil. Kita perlu peraturan baru mengenai ganja. Warung kopi di Belanda adalah salah satu contoh yang berhasil, namun usul Profesor Pertwee akan memberikan keuntungan tambahan dan harus lebih sering diperdebatkan,” ujarnya.

"Anggaran Studi Banding DPR Rp100 Miliar"


Khusus untuk kunjungan kerja ke lima negara bulan ini, DPR habiskan Rp3,7 miliar.

Arfi Bambani Amri
Coretan di Gedung DPR (ANTARA/Yudhi Mahatma)

VIVAnews - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) mencatat untuk masa 2010 ini, Dewan Perwakilan Rakyat menganggarkan dana Rp100 miliar lebih untuk studi banding. Rp40 miliar di antaranya khusus untuk studi banding terkait rancangan undang-undang.

"Khusus untuk kunjungan kerja ke lima negara September ini, menghabiskan Rp3,7 miliar," kata Sekretaris Jenderal Fitra, Yuna Farhan, kepada VIVAnews, Selasa 14 September 2010.

Bulan September ini, Komisi IV DPR melakukan kunjungan kerja ke Belanda dan Norwegia untuk studi banding pertanian dalam rangka RUU Hortikulkura. Sementara Komisi X berangkat ke Afrika Selatan, Korea selatan dan Jepang pada Selasa sore ini untuk melakukan studi banding yang berkaitan dengan Pramuka.

Data Sekretariat Nasional Fitra, anggaran ke lima negara itu mencapai Rp3,7 miliar. Ke Belanda menghabiskan Rp766.102.400, Norwegia Rp877.054.400, Afrika Selatan Rp795.064.000, Jepang Rp640.504.000, dan Korea Selatan Rp611.662.000. Data ini bersumber dari Rencana Kerja Anggaran/Kementerian/Lembaga) DPR tahun 2010.

"Kami menyayangkan kunjungan kerja itu," kata Yuna. "Menyedihkan karena kebanyakan yang berangkat baru aktif saat kunjungan kerja, sementara saat pembahasan RUU lebih banyak yang bolos atau diam," kata Yuna.

Sementara kemarin, Wakil Ketua DPR Anis Matta mengatakan bahwa itu sudah sesuai undang-undang. Berdasar UU No 27/2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD, anggota DPR dapat melakukan kunjungan kerja minimal dua kali.

Kunjungan kerja, menurut Anis, besar manfaatnya. Ini mengingat Indonesia masih minim pengalaman dalam menyusun UU. "Sehingga masih memerlukan kunjungan kerja ke luar negeri."

Namun pendapat ini, kata Yuna, juga patut dipertanyakan. Studi banding saat ini bisa dilakukan melalui internet atau jaringan parlemen dunia di mana DPR juga bergabung.

Benarkah Vodka Bisa Picu Kematian

Vodka adalah jenis minuman beralkohol berkadar tertinggi dibandingkan minuman keras lain.
Selasa, 14 September 2010, 13:19 WIB
Pipiet Tri Noorastuti
Vodka (inmagine)

VIVAnews - Tiga warga negara Rusia yang tergabung dalam tim guarantee warranty (perakit) pesawat Sukhoi jenis SU 27 SKM meregang nyawa di Makassar. Mereka tewas setelah pesta vodka.

Benarkah minuman beralkohol tinggi khas Rusia ini menjadi penyebab kematian mereka?

Dalam jurnal bertajuk 'Alcohol and Flying: A Deadly Combination' yang dipublikasikan Guillermo J Salazar, MD and Melchor J Antunano, MD, konsentrasi alkohol sebesar 350-500 mg persen dalam darah tak hanya memicu pingsan dan hilangnya refleks seseorang, tapi juga kelumpuhan pernapasan yang memicu kematian.

Menilik hasil studi itu, kondisi itu umumnya dialami mereka yang memang pecandu minuman keras, terutama jenis yang memiliki kadar alkohol tinggi.

Seperti dikutip dari laman Askmen, vodka merupakan jenis minuman beralkohol berkadar tinggi dibandingkan jenis lainnya. Sesuai namanya yang berarti 'sedikit air', mayoritas vodka memiliki kadar alkohol 40-60 persen. Vodka asal Rusia Spyritus Rektyfikowany, bahkan mengandung kadar alkohol hingga 95 persen.

Meski tergolong minuman keras berkadar alkohol tinggi, vodka menjadi minuman khas sejumlah negara di Eropa. Vodka biasanya menjadi teman hidangan makan malam, seperti caviar dan menu seafood. Kepercayaan Polandia malah menganggap vodka bisa memperlancar pencernaan.

Seperti dikutip dari laman ABC News, jenis minuman ini sangat populer di Rusia. Penduduk setempat memang terkenal dengan kebiasaan menenggak alkohol, terutama vodka. Rata-rata orang Rusia meminum alkohol 18 liter per tahun.

Itulah mengapa pada awal tahun lalu, Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin sampai menggalakkan kampanye untuk mengurangi konsumsi alkohol di negaranya.

Data statistik yang dilansir Pemerintah Rusia menyebut, setiap tahun 23 ribu orang tewas akibat keracunan alkohol. Lebih 75 ribu terkena penyakit yang dipicu efek buruk alkohol. Tak berlebihan jika kemudian candu alkohol dituding sebagai penyebab berkurangnya harapan hidup orang Rusia, terutama pria, yang hanya mencapai 56 tahun.

Konsumsi alkohol semacam vodka secara moderat bisa jadi memang baik untuk kesehatan. Tapi, konsumsi berlebihan akan menimbulkan masalah kesehatan serius. Konsumsi alkohol berlebih memicu kerusakan jantung, lever, dan stroke, bahkan kematian. (umi)

• VIVAnews

Tanda-tanda Sahabat Mencintai Anda

Kedekatan dua sahabat lawan jenis yang cukup intens bisa memunculkan benih cinta.
Selasa, 14 September 2010, 15:59 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Mutia Nugraheni
Kencan Pria (doc. Corbis)

VIVAnews - Witing tresno jalaran soko kulino. Pepatah yang cukup populer di Jawa ini menggambarkan rasa jatuh cinta yang terbangun lantaran terbiasa dekat. Ini biasanya menimpa sepasang sahabat lawan jenis.

Bagi sejumlah wanita, memiliki sahabat pria memang menyenangkan. Tak hanya bisa menjadikan teman curhat yang asyik, tapi juga 'pengawal pribadi'. Tapi hati-hati, siapa tahu sahabat lawan jenis itu menaruh hati pada Anda.

Kedekatan yang sudah terbangun lama antarsahabat biasanya membuat masing-masing merasa terlambat menyadari perubahan sikap dan perasaan. Kenali tiga tanda yang menunjukkan sahabat pria mulai jatuh cinta pada Anda.

1. Menatap dan menyanjung

Pria tidak seperti wanita yang memperhatikan segala sesuatu yang dipakai oleh sahabatnya. Teman pria cenderung tidak peduli dengan penampilan Anda. Jika sahabat pria Anda tiba-tiba memerhatikan perubahan kecil pada penampilan dan sering menatap Anda, bisa jadi ia menyukai Anda. Lalu, jika ia mulai menyanjung tiada henti hingga membuat Anda risih, mungkin ia sudah jatuh cinta pada Anda.

2. Ingin tahu teman kencan Anda

Sahabat pria cenderung tidak menanyakan jika Anda sedang berkencan dengan seorang pria, kecuali Anda menceritakannya. Tetapi, jika ia mulai menanyakan secara detail tentang pria yang sedang dekat dengan Anda, atau bahkan menghubungi saat Anda sedang berkencan, bisa jadi ia sedang terbakar cemburu.

3. Kikuk

Sikapnya yang biasanya cuek dan cenderung melucu, bisa menjadi kikuk di depan Anda. Terutama jika Anda memujinya. Hal ini pun berlanjut jika Anda dan dia hanya berduaan saja. (adi)

• VIVAnews